Pengertian dan Karakteristik
Pengertian.
• Persuasi adalah suatu tindakan yang berdasarkan segi-segi
psikologis, yang dapat membangkitkan kesadaran individu. (Oemi
Abdurrachman, MA, 1989: 62).
• Persuasi adalah usaha yang didasari untuk mengubah sikap,
kepercayaan, atau perilaku orang melalui tranmisi pesan (Dan Nimmo,
1993: 119)
Karakteristik.
1. Persuasi biasanya melibatkan tujuan atau persuasi adalah komunikasi yang bertujuan atau berkepentingan.
2. Persuasi itu bersifat dialektis, artinya persuasi adalah proses
timbal balik yang di dalamnya komunikator dengan sengaja atau tidak,
menimbulkan perasaan responsif kepada orang lain.
3. Bentuk tanggapan dan yang paling kentara ialah
tindakan-tindakannya berisi ungkapan opini yang merefleksikan perubahan
dalam persepsi, kepercayaan, nilai dan pengharapan.
PERSUASI POLITIK SEBAGAI PROPAGANDA
• Propaganda sebagai komunikasi yang digunakan oleh suatu kelompok
terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam
tindakan-tindakan suatu massa yang terdiri dari individu-individu,
dipersatukan secara psikologis melalui manipulasi psikologis dan
digabungkan di dalam suatu organisasi. (Jacques Ellul, 1993: 123)
• Ciri-ciri propaganda:
1. Komunikasi satu kepada orang banyak,
2. Beroperasi terhadap orang-orang yang mengidentifikaasi diri mereka sebagai anggota kelompok,
3. Sebagai mekanisme kontrol sosial dengan menggunakan persuasi untuk mencapai ketertiban.
• Jadi propaganda adalah suatu syarat mekanisme kontrol sosial
dengan menggunakan lambang untuk meningkatkan ketertiban sosial melalui
kepercayaan bersama, nilai yang diakui bersama, dan pengharapan yang
saling lingkup.
Tipe-tipe propaganda
1. Propaganda yang disengaja yaitu dengan sengaja mengindoktrinasi
komunikan dengan pandangan-pandangan tertentu. Contoh: Guru ekonomi
dengan sengaja mengidoktrinasi siswa dengan pandangan Marxis.
2. Propaganda yang tidak disengaja, yaitu jawaban spontan dari suatu
pertanyaan dengan menunjukkan segi-segi positif dari suatu pandangan
tertentu. Contoh: ketika guru ekonomi menjawab spontan pertanyaan
siswanya dengan menunjukkan segi-segi positif ajaran Marxiz.
Leonard Doob membedakan propaganda menjadi :
1. Propaganda yang tersembunyi, yaitu propagandis menyelubungi
tujuan yang sebenarnya. Misalnya ketika seorang presiden
menyelenggarakan konferensi pers dengan cara mengembalikan pertanyaan
wartawan agar menguntungkan baginya.
2. Propaganda terang-terangan menyiapkan tujuan yang sebenarnya.
Contoh : ketika kandidat anggota DPR secara terang-terangan berusaha
memperoleh suara dalam pemilu.
Jacques Ellul membedakan propaganda menjadi;
1. Propaganda politik, yaitu propaganda yang melibatkan usaha-usaha
pemerintah, parpol atau golongan yang berpengaruh untuk mencapai tujuan
strategis atau taktis.
2. Propaganda sosiologis, biasanya kurang kentara dan lebih
berjangka panjang. Melalui propaganda ini orang disuntik dengan suatu
cara hidup, suatu ideologi berangsur-angsur merembes ke dalam lembaga
politik, sosial dan ekonomi.
3. Agitasi, berusaha agar orang-orang bersedia memberikan
pengorbanaan yang besar bagi tujan yang langsung, dengan mengorbankan
jiwa mereka dalam usaha mewujudkan cita-cita.
4. Integrasi menggalang kesesuaian di dalam mengejar tujuan-tujuan
jangka panjang. Melalui propaganda ini orang-orang diharapkan
mengabdikan diri mereka kepada tujuan-tujuan yang mungkin tidak akan
terwujud dalam waktu bertahun-tahun, bahkan selama mereka hidup.
5. Propaganda vertikal, penebaran imbauannya ditujukan satu kepada banyak dan terutama mengandalkan media massa.
6. Propaganda horizontal, imbauannya lebih banyak melalui komunikasi
interpersonal dan komunikasi organisasi ketimbang melalui komunikasi
massa- misalnya anjang sono (convassing), pelatihan kader partai dsb.
PERSUASI POLITIK SEBAGAI PERIKLANAN.
Periklanan ditujukan kepada setiap individu yang anonim, hubungan
antara iklan denngan calon pembeli adalah hubungan langsung-tidak ada
organisasi atau kepemimpinan yang seakan-akan dapat mengirimkan kelompok
pembeli itu kepada penjual. Akan tetapi, setiap individu bertindak
berdasarkan pilihannya sendiri.
canon driver download
Periklanan dapat dibedakan menjadi periklanan komersial dan
periklanan non komersial. Periklanan politik termasuk ke dalam
periklanan non komersial. Periklanan politik ialah periklanan citra,
yaitu imbauan yang ditujukan untuk membina reputasi pejabat pemerintah
atau menghendaki menjadi pejabat pemerintah; memberi informasi kepada
khalayak tentang kualifikasi, pengalaman, latar belakang, dan
kepribadian seorang politikus, dan meningkatkan prospek pemilihan
kandidat atau mempromosikan program dan kebijakan tertentu, misalnya
iklan tentang pemilihan umum, dll.
PERSUASI POLITIK SEBAGAI RETORIKA.
Retorika adalah komunikasi dua arah, satu kepada satu, dalam arti
bahwa satu atau lebih (seseorang berbicara kepada beberapa orang maupun
seseorang berbicara kepada seseorang) Masing-masing berusaha dengan
sadar untuk mempengaruhi pandangan satu sama lain melalui tindakan
timbal baik.
Retorika politik adalah suatu proses yang memungkinkan terbentuknya
masyarakat melalui negosiasi, yang berbeda dengan propaganda yang
melibatkan mekanisme kontrol sosial dan periklanan mengandalkan
keselektifan konvergen.
TIPE-TIPE RETORIKA POLITIK.
Aristoteles mengidentifikasi tiga cara pokok:
1. Retorika liberatif, dirancang untuk mempegaruhi orang-orang dalam
masalah kebijakan pemerintah dengan menggambarkan keuntungan dan
kerugian relatif dari cara-cara alternatif dalam melakukan segala
sesuatu. Fokusnya pada yang akan terjadi di masa depan, jika ditentukan
kebijakan tertentu. Jadi si orator menciptakan dan memodifikasi
pengharapan atas ihwal yang akan datang.
2. Retorika forensik adalah yuridis. Ia berfokus pada apa yang
terjadi pada masa lalu untuk menunjukkan bersalah atau tidak bersalah,
pertanggungjawaban atau hukuman dan ganjaran. Settingnya yang biasa
adalah ruang pengadilan, tetapi terjadinya di tempat lain, contohnya
adalah pemeriksaan kasus pelecehan seksual dari presiden Clinton.
3. Retorika demonstratif, adalah wacana yang memuji dan menjatuhkan.
Tujuannya untuk memperkuat sifat baik dan sifat buruk seseorang, suatu
lembaga, atau gagasan. Contoh: kampanye politik dan dukungan editorial
dari surat-kabar, majalah, televisi danradio terhadap seseorang kandidat
anggota parlemen.
TEKNIK PERSUASI POLITIK
Lembaga untuk analisis propaganda, menurunkan tujuh sarana untuk
merangkum berbagai teknik propaganda terpenting untuk memanfaatkan
kombinasi kata, tindakan, dan logika untuk tujuan persuasif:
1. Penjulukan (name calling), yaitu memberi label buruk kepada
gagasan, orang, objek, atau tujuan agar orang menolaknya tanpa menguji
kenyataannya terlebih dulu.
2. Iming-iming (glittering generalities), yaitu dengan menggunakan
“kata yang baik” untuk melukiskan sesuatu agar memperoleh du’kungan,
tanpa menyelidiki ketepatan asosiasi itu. Contoh: koperasi merupakan
“sokongan guru” ekonomi pancasila. Generasi muda sebagai “pewaris masa
depan”, dll.
3. Transfer, yaitu mengidentifikasi suatu maksud dengan lambang
otoritas. Contoh: H.M. Soeharto telah memenuhi syarat untuk diangkat
menjadi presiden ketujuh kalinya, demikianlah ujar Ketua Umum Golkar.
4. Testimonial, menggunakan ucapan yang dihormati atau dibenci untuk
mempromosikan atau meremehkan suatu maksud. Sarana yang paling mudah
kita kenal dalam dukungan politik oleh suatu surat kabar, oleh tokoh
terkenal, dll. Contoh: Menolong masyarakat “jangan hanya memberi ikan”.
5. Merakyat (plain folk), imbauan yang menyatakan bahwa pembicara
berpihak kepada khalayak dalam usaha bersama yang kolaboratif. Misalnya,
saya salah seorang dari anda, hanya rakyat jelata.
6. Memupuk kartu (card stacking), memilih dengan teliti pernyataan
yang akurat dan tidak akurat, logis atau tidak logis, dsb. Untuk
membangun suatu kasus. Contoh: Apa yang saya ucapkan adalah “amar ma’ruf
nahi munkar”, “orang bijak tepat bayar pajak”, dll.
7. Gerobak musik (bandwagon technique); usaha untuk meyakinkan
khalayak akan kepopuleran dan kebenaran tujuan sehingga setiap orang
akan turut naik (turut serta). Contoh: dengan cara pawai atau
arak-arakan dengan atau tanpa kendaraan dengan mengumandangkan yel-yel
dan jargon.
GAYA PENYAJIAN RETORIKA
Selain gaya persuasif yang umum (gaya panas dan dingin) ada gaya retoris sbb:
1. Ekshortif: mendesak khalayak bahwa ada masalah, bahwa sesuatu
harus dilakukan, dan bahwa mereka harus mengambil tindakan. Misalnya
mendesak penyelesaian krismon.
2. Legal; menggunakan bahasa resmi yang melambangkan kesahihan dan kecermatan, dll.
3. Birokratis; menggunakan jargon teknis, uraias yang berbelit-belit yang dikaitkan dengan kaidah (aturan).
4. Tawar-menawar (negosiasi); memberi dan menerima kompromi, barter, balas jasa dan percakapan politik.
5. Teretutup/terbuka; mengacu kepada ucapan yang berhati-hati dan
mengkontraskan efek dari komunikator politik. Contoh tertutup : kampanye
suatu jabatan yang menyatakan masih ragu, sedangkan contoh yang terbuka
adalah kampanye Jimmy Carter.
0 Response to "RETORIKA KAMPANYE POLITIK"
Post a Comment